Selasa, 24 Desember 2013

Calon Mertua

Calon Mertua : Apa pekerjaanmu wahai anak muda?
Ikhwan : Saya hanya berdagang pak...

Calon Mertua : Berdagang apa?
Ikhwan : Saya tukang sate pak..

Calon Mertua : Tukang sate kok berani melamar anak
saya yang sarjana kedokteran!
Ikhwan : Memangnya salah ya pak? saya menikah karena
menjalankan Ibadah dan karena saya memang mencintai
anak bapak.

Calon Mertua : Tapi, bagaimana mungkin kamu bisa
menghidupi masa depan anak saya?! Ikhwan : Allaah yang
memberi rizky pak, saya hanya
berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan yang
terbaik.

Calon Mertua : Lalu, apa nanti kata keluarga besar
kami
jika anak saya menikah dengan seorang tukang sate??
Ikhwan : Kekayaan Bukan Tanda Kemuliaan, Kemiskinan
Bukan Petunjuk Kehinaan. Walaupun saat ini saya
hanya pedagang sate, setidaknya saya bisa menghargai hidup ini
pak. Ketimbang jadi orang kaya tapi ia lupa akan hakekat
dirinya sebagai manusia dan hamba Allah!
Calon Mertua : Jujur saja, sebenarnya saya enggan
menerima kamu! Namun karena keyakinan dan sikap
optimis kamu akan pandangan masa depan saya cukup
salut, masih ada orang seperti kamu mau bekerja keras.
Silahkan jika kamu memang tulus dan sungguh-
sungguhuntuk meminang anak kami. Namun ingat, kamu harus mempertanggung jawabkan setiap perkataan yang
keluar dari lisanmu anak muda.

Ikhwan : Alhamdulillaah,terima kasih ya Allah! terima
kasih pak, saya berjanji saya akan berusaha sebaik
mungkin menjaga anak bapak...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar