Sabtu, 25 Mei 2013

Belajar Ngaji di Surabaya

Assalaamualaikum Wr Wb

Meneruskan info dari iklan koran, semoga bermanfaat


Info Buku

Assalaamualaikum Wr Wb

[BUKU BARU] \"Siapa Penerus Saya?\" Memoar Kehidupan Ustad Jeffry Al Buchori dari Ustad Yusuf Mansur
Wafatnya Uje mengagetkan banyak orang. Dari berbagai kalangan, lapisan, menyatakan belasungkawanya, kesedihannya, keterkejutannya. Maka saya kemudian berpesan kepada sebanyak-banyaknya kawan, agar momen wafatnya Uje menjadi momen agar mau ber-dream, ber-pray, dan mengambil action, soal bagaimana momen ini bisa mendorong kita menghasilkan anak-anak kita dan sebanyak-banyaknya Indonesia untuk menjadi juru dakwah. Begitu istimewa Uje. Dan begitu istimewa para ustadz ustadzah, dai daiyah. Bahkan ulama-ulama yang lebih tinggi lagi derajatnya, termasuk para sahabat, didoakan dari zaman ke zaman, ga berhenti. Berlimpah. Entah, bagaimana kedudukannya di negeri sana. Subhaanallaah.
Maka buku ini ditulis, sebagian lagi untuk mengenang Ustadz Jeffry Al Buchori. Sebagian lagi untuk mengingatkan kepada kita semua akan pentingnya regenerasi, pentingnya kaderisasi, dan lebih penting lagi adalah menjadikan diri kita sendiri contoh kebaikan bagi umat lain, buat sebanyak-banyaknya orang.
Buku pertama tentang Uje dari sahabat dekat dan rekan dakwa Uje, Ustadz Yusuf  Mansur.   

Harga Buku Siapa Penerus Saya? adalah Rp. 32.500,- *belum termasuk ongkir

Website    : www.gerai-online.com
Facebook : Pusat Produk Wisatahati
Twitter      : @geraiwisatahati

Selasa, 07 Mei 2013

Tujuh Indikator Kebahagiaan Dunia

Ibnu Abbas ra. adalah salah seorang sahabat Nabi SAW yang sangat telaten dalam menjaga dan melayani Rasulullah SAW, dimana ia pernah secara khusus didoakan Rasulullah SAW, selain itu pada usia 9 tahun Ibnu Abbas telah hafal Al-Quran dan telah menjadi imam di mesjid. Suatu hari ia ditanya oleh para Tabi'in (generasi sesudah wafatnya Rasulullah SAW) mengenai apa yang dimaksud dengan kebahagiaan dunia. Jawab Ibnu Abbas ada 7 (tujuh) indikator kebahagiaan dunia, yaitu :

Pertama, Qalbun syakirun atau hati yang selalu bersyukur.

Memiliki jiwa syukur berarti selalu menerima apa adanya (qona'ah), sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, tidak ada stress, inilah nikmat bagi hati yang selalu bersyukur. Seorang yang pandai bersyukur sangatlah cerdas memahami sifat-sifat Allah SWT, sehingga apapun yang diberikan Allah ia malah terpesona dengan pemberian dan keputusan Allah. Bila sedang kesulitan maka ia segera ingat sabda Rasulullah SAW yaitu : "Kalau kita sedang sulit perhatikanlah orang yang lebih sulit dari kita". Bila sedang diberi kemudahan, ia bersyukur dengan memperbanyak amal ibadahnya, kemudian Allah pun akan mengujinya dengan kemudahan yang lebih besar lagi. Bila ia tetap "bandel" dengan terus bersyukur maka Allah akan mengujinya lagi dengan kemudahan yang lebih besar lagi. Maka berbahagialah orang yang pandai bersyukur!

Kedua. Al azwaju shalihah, yaitu pasangan hidup yang sholeh. 
Pasangan hidup yang sholeh akan menciptakan suasana rumah dan keluarga yang sholeh pula. Di akhirat kelak seorang suami (sebagai imam keluarga) akan diminta pertanggungjawaban dalam mengajak istri dan anaknya kepada kesholehan. Berbahagialah menjadi seorang istri bila memiliki suami yang sholeh, yang pasti akan bekerja keras untuk mengajak istri dan anaknya menjadi muslim yang sholeh. Demikian pula seorang istri yang sholeh, akan memiliki kesabaran dan keikhlasan yang luar biasa dalam melayani suaminya, walau seberapa buruknya kelakuan suaminya. Maka berbahagialah menjadi seorang suami yang memiliki seorang istri yang sholeh.

Ketiga, al auladun abrar, yaitu anak yang soleh.

Saat Rasulullah SAW lagi thawaf. Rasulullah SAW bertemu dengan seorang anak muda yang pundaknya lecet-lecet. Setelah selesai thawaf Rasulullah SAW bertanya kepada anak muda itu : "Kenapa pundakmu itu ?" Jawab anak muda itu : "Ya Rasulullah, saya dari Yaman, saya mempunyai seorang ibu yang sudah udzur. Saya sangat mencintai dia dan saya tidak pernah melepaskan dia. Saya melepaskan ibu saya hanya ketika buang hajat, ketika sholat, atau ketika istirahat, selain itu sisanya saya selalu menggendongnya". Lalu anak muda itu bertanya: " Ya Rasulullah, apakah aku sudah termasuk kedalam orang yang sudah berbakti kepada orang tua ?" Nabi SAW sambil memeluk anak muda itu dan mengatakan: "Sungguh Allah ridho kepadamu, kamu anak yang soleh, anak yang berbakti, tapi anakku ketahuilah, cinta orangtuamu tidak akan terbalaskan olehmu". Dari hadist tersebut kita mendapat gambaran bahwa amal ibadah kita ternyata tidak cukup untuk membalas cinta dan kebaikan orang tua kita, namun minimal kita bisa memulainya dengan menjadi anak yang soleh, dimana doa anak yang sholeh kepada orang tuanya dijamin dikabulkan Allah. Berbahagialah kita bila memiliki anak yang sholeh.

Keempat, albiatu sholihah, yaitu lingkungan yang kondusif untuk iman kita.
Yang dimaksud dengan lingkungan yang kondusif ialah, kita boleh mengenal siapapun tetapi untuk menjadikannya sebagai sahabat karib kita, haruslah orang-orang yang mempunyai nilai tambah terhadap keimanan kita. Dalam sebuah haditsnya, Rasulullah menganjurkan kita untuk selalu bergaul dengan orang-orang yang sholeh. Orang-orang yang sholeh akan selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan kita bila kita berbuat salah. Orang-orang sholeh adalah orang-orang yang bahagia karena nikmat iman dan nikmat Islam yang selalu terpancar pada cahaya wajahnya. Insya Allah cahaya tersebut akan ikut menyinari orang-orang yang ada disekitarnya. Berbahagialah orang-orang yang selalu dikelilingi oleh orang-orang yang sholeh.

 Kelima, al malul halal, atau harta yang halal.
 Paradigma dalam Islam mengenai harta bukanlah banyaknya harta tetapi halalnya. Ini tidak berarti Islam tidak menyuruh umatnya untuk kaya. Dalam riwayat Imam Muslim di dalam bab sadaqoh, Rasulullah SAW pernah bertemu dengan seorang sahabat yang berdoa mengangkat tangan. "Kamu berdoa sudah bagus", kata Nabi SAW, "Namun sayang makanan, minuman dan pakaian dan tempat tinggalnya didapat secara haram, bagaimana doanya dikabulkan". Berbahagialah menjadi orang yang hartanya halal karena doanya sangat mudah dikabulkan Allah. Harta yang halal juga akan menjauhkan setan dari hatinya, maka hatinya semakin bersih, suci dan kokoh, sehingga memberi ketenangan dalam hidupnya. Maka berbahagialah orang-orang yang selalu dengan teliti menjaga kehalalan hartanya.
Keenam, Tafakuh fi dien, atau semangat untuk memahami agama.
 Semangat memahami agama diwujudkan dalam semangat memahami ilmu-ilmu agama Islam. Semakin ia belajar, maka semakin ia terangsang untuk belajar lebih jauh lagi ilmu mengenai sifat-sifat Allah dan ciptaan-Nya. Allah menjanjikan nikmat bagi umat-Nya yang menuntut ilmu, semakin ia belajar semakin cinta ia kepada agamanya, semakin tinggi cintanya kepada Allah dan rasul-Nya. Cinta inilah yang akan memberi cahaya bagi hatinya. Semangat memahami agama akan meng "hidup" kan hatinya, hati yang "hidup" adalah hati yang selalu dipenuhi cahaya nikmat Islam dan nikmat iman. Maka berbahagialah orang yang penuh semangat memahami ilmu agama Islam.

Ketujuh, yaitu umur yang baroqah.
Umur yang baroqah itu artinya umur yang semakin tua semakin sholeh, yang setiap detiknya diisi dengan amal ibadah. Seseorang yang mengisi hidupnya untuk kebahagiaan dunia semata, maka hari tuanya akan diisi dengan banyak bernostalgia (berangan-angan) tentang masa mudanya, iapun cenderung kecewa dengan ketuaannya (post-power syndrome). Disamping itu pikirannya terfokus pada bagaimana caranya menikmati sisa hidupnya, maka iapun sibuk berangan-angan terhadap kenikmatan dunia yang belum ia sempat rasakan, hatinya kecewa bila ia tidak mampu menikmati kenikmatan yang diangankannya. Sedangkan orang yang mengisi umurnya dengan banyak mempersiapkan diri untuk akhirat (melalui amal ibadah) maka semakin tua semakin rindu ia untuk bertemu dengan Sang Penciptanya. Hari tuanya diisi dengan bermesraan dengan Sang Maha Pengasih. Tidak ada rasa takutnya untuk meninggalkan dunia ini, bahkan ia penuh harap untuk segera merasakan keindahan alam kehidupan berikutnya seperti yang dijanjikan Allah. Inilah semangat "hidup" orang-orang yang baroqah umurnya, maka berbahagialah orang-orang yang umurnya baroqah.

Demikianlah pesan-pesan dari Ibnu Abbas ra. mengenai 7 indikator kebahagiaan dunia.

Bagaimana caranya agar kita dikaruniakan Allah ke tujuh buah indikator kebahagiaan dunia tersebut ? Selain usaha keras kita untuk memperbaiki diri, maka mohonlah kepada Allah SWT dengan sesering dan se-khusyu' mungkin membaca doa `sapu jagat' , yaitu doa yang paling sering dibaca oleh Rasulullah SAW. Dimana baris pertama doa tersebut "Rabbanaa aatina fid dun-yaa hasanaw" (yang artinya "Ya Allah karuniakanlah aku kebahagiaan dunia "), mempunyai makna bahwa kita sedang meminta kepada Allah ke tujuh indikator kebahagiaan dunia yang disebutkan Ibnu Abbas ra, yaitu hati yang selalu syukur, pasangan hidup yang soleh, anak yang soleh, teman-teman atau lingkungan yang soleh, harta yang halal, semangat untuk memahami ajaran agama, dan umur yang baroqah.

Walaupun kita akui sulit mendapatkan ketujuh hal itu ada di dalam genggaman kita, setidak-tidaknya kalau kita mendapat sebagian saja sudah patut kita syukuri.  Sedangkan mengenai kelanjutan doa sapu jagat tersebut yaitu "wa fil aakhirati hasanaw" (yang artinya "dan juga kebahagiaan akhirat"), untuk memperolehnya hanyalah dengan rahmat Allah. Kebahagiaan akhirat itu bukan surga tetapi rahmat Allah, kasih sayang Allah. Surga itu hanyalah sebagian kecil dari rahmat Allah, kita masuk surga bukan karena amal soleh kita, tetapi karena rahmat Allah.

Amal soleh yang kita lakukan sepanjang hidup kita (walau setiap hari puasa dan sholat malam) tidaklah cukup untuk mendapatkan tiket masuk surga. Amal soleh sesempurna apapun yang kita lakukan seumur hidup kita tidaklah sebanding dengan nikmat surga yang dijanjikan Allah. Kata Nabi SAW, "Amal soleh yang kalian lakukan tidak bisa memasukkan kalian ke surga". Lalu para sahabat bertanya: "Bagaimana dengan Engkau ya Rasulullah ?". Jawab Rasulullah SAW : "Amal soleh saya pun juga tidak cukup". Lalu para sahabat kembali bertanya : "Kalau begitu dengan apa kita masuk surga?". Nabi SAW kembali menjawab : "Kita dapat masuk surga hanya karena rahmat dan kebaikan Allah semata".

Jadi sholat kita, puasa kita, taqarub kita kepada Allah sebenarnya bukan untuk surga tetapi untuk mendapatkan rahmat Allah. Dengan rahmat Allah itulah kita mendapatkan surga Allah (Insya Allah, Amiin). 
Sumber tulisan: ceramah Ustad Aam Aminudin, Lc. di Sapporo, Jepang,disarikan secara bebas oleh Sdr. Asep Tata Permana

Waktu Sesaat

Ternyata Cuma 1,5 jam saja umur kita hidup di DUNIA ini

Mari kita lihat berdasarkan Al Qur'an sebagai sumber kebenaran absolut.

1    hari akhirat = 1000 tahun.
24  jam akhirat = 1000 tahun.
3    jam akhirat =  125  tahun.
1,5 jam akhirat =    62,5 tahun.

Apabila umur manusia itu rata-rata 60-70 tahun, maka hidup manusia ini jika dilihat dari langit hanyalah 1,5 jam saja. Pantaslah kita selalu diingatkan masalah waktu.

Ternyata hanya satu setengah jam saja yang akan menentukan kehidupan abadi kita kelak, hendak di Surga atau Neraka. (QS 35:15, 4:170).

Cuma satu setengah jam saja cobaan hidup, maka bersabarlah (QS 74:7,52:48,39:10).

Demikian juga hanya satu setengah jam saja kita harus menahan nafsu dan mengganti dgn sunnahNya (QS 12:53, 33:38).

"Satu Setengah Jam" sebuah perjuangan yg teramat singkat dan Allah akan mengganti dengan surga Ridha Allah (QS 9:72, 98:8, 4:114).

Maka berjuanglah untuk mencari bekal perjalanan panjang nanti (QS 59:18, 42:20, 3:148, 28:77).

Allah berfirman: " Kamu tidak tinggal ( dibumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui" (QS 23:114)

Semoga bermanfaat bagi kita semua untuk meniti perjalanan hidup kita ini.

Sabtu, 04 Mei 2013

Belajar Lagi Yuk

Menuntut ilmu, menggali pengalaman dari situasi di sekitar kita memang menarik. Semakin banyak menggali semakin sadar kalau ternyata apa yang saya tahu masih sangat sedikit. Dengan semangat ingin selalu bertumbuh semoga bisa menjalani sebagaimana hadist Rasuullah yang menyatakan ‘Utlubul ‘ilmi minal mahdi ilal lahdi’, tuntutlah ilmu dari buaian sampai liang lahat. Yuk kita belajar DISINI

Gerai Online Wisatahati mempersembahkan Buku Terbaru dari Ustad Yusuf Mansur

Assalaamualaikum Wr Wb

[Buku Baru] Alhamdulillah Buku Terbaru seri lanjutan dari buku \"Agar Anak Anda Menjadi Penghafal Al Qur\'an\" yaitu Buku \"1 Jadi 4, 4 Jadi 600\" dari Ustad Yusuf Mansur sudah tersedia. Dalam Buku ini Ustad Yusuf Mansur memaparkan membuka pesantren itu semudah membuka pintu rumah. Lewat buku ini, insya Allah kita akan bersama-sama belajar Tauhid dan Keyakinan. Belajar, untuk membuang sekatan berupa modal, waktu dan keahlian yang seringkali menghambat langkah kita untuk beramal sholeh.

7 Manfaat dari buku ini: (tentunya semua karena Allah, dan hanya karena Allah)
    1. Gak punya apa-apa pun bisa
    2. Allah adalah segalanya
    3. Hidayah
    4. Berpikir dan bergeraklah terus
    5. Konsep ini bisa dibawa ke lain-lain urusan
    6. Mengembangkan lebih jauh lagi, lebih inovatif
    7. Saling doa dan mendoakan

Harga Buku 1 Jadi 4, 4 Jadi 600 adalah Rp. 80.000,- *belum termasuk ongkir


[Buku Baru] Buku \"Agar Anak Anda Menjadi Penghafal Al Qur\'an\" dari Ustad Yusuf Mansur adalah buku yang berisi tentang bagaimana untuk mendidik anak, suami, istri, keluarga untuk menghafal Al Qur\'an. Di lengkapi juga step by step untuk mendirikan Rumah Tahfidz.

Harga Buku Agar Anak Anda Menjadi Penghafal Al Qur\'an adalah Rp. 80.000,- *belum termasuk ongkir


[Buku Baru] Buku \"DREAM\" dari Ustad Yusuf Mansur. Dalam buku ini Ustad Yusuf Mansur menceritakan mimpi-mimpi beliau kelak anak, istri, cucu, mertua, saudara, pejabat, pengusaha, kaum profesional, dan seluruh kaum muslim hafal Al Qur\'an. Dan apa saja mimpi yang sudah menjadi kenyataan? Semua tertulis dalam Buku Dream ini.

Harga Buku DREAM adalah Rp. 67.000,- *belum termasuk ongkir


[PROMO] #PaketKunFayakuunSeries 5 Buku Diskon 20% Only Rp. 200.000,-

#PaketKunFayakuunSeries :
-Buat Apa Susah
-Susah Itu Mudah
-Kado Ingat Mati
-Kado Panjang Umur
-Kaya Lewat Jalan Tol

Promo #PaketKunFayakuunSeries berakhir 20 Mei 2013.

Website : www.gerai-online.com
Facebook : Pusat Produk Wisatahati
Twitter : @geraiwisatahati

Wassalaamualaikum Wr Wb